google-site-verification: google7105ea3515502ea1.html gumregut: Cara semai & tanam cabe media hidroponik

Wednesday, 25 November 2015

Cara semai & tanam cabe media hidroponik

Menanam cabe dengan cara hidroponik sekarang marak dilakukan. Sebagai langkah awal untuk menanam cabe adalah membuat benih atau semai biji cabe agar tumbuh dengan baik dan sehat. Kita akan berbagi tips cara semai dan tanam cabe dengan sistem hidroponik yang cukup sukses dan berhasil baik.

Semai biji cabe, membuat benih cabe dan media yang digunakan. Untuk membuat benih cabe ada tiga media yang bisa dilakukan, dengan media kapas kering (tissue), media sekam bakar dan dengan media tanah. Yang harus kita pahami adalah ada beberapa jenis biji cabe yang memang sulit untuk disemai, dan tumbuh menjadi benih. Tips berikut mungkin akan membantu anda.

Langkah awal membuat benih (semai). Untuk biji cabe kering, rendam benih dalam air yang cukup selama 2 sampai 3 jam, dan dianjurkan dengan suhu air hangat. Benih cabai kering yang mengambang tidak berarti jelek, aduk perlahan sehingga benih akan tenggelam. Tujuan merendam biji ini adalah untuk melarutkan zat yang semula melindungi benih untuk tidak tumbuh agar larut di dalam air, sehingga nanti bisa tumbuh.

Perlu diketahui bahwa cabe yang pedas proses pertumbuhannya lebih lambat (lama) dibanding dengan yang kurang pedas, sehingga perlu direndam terlebih dahulu untuk melarutkan zat penghalang tersebut. Setelah di rendam, benih akan kelihatan mengembang dan berisi.Untuk benih segar yang baru dipetik dari pohonnya, tidak perlu direndam, bisa langsung tebar saja nanti akan tumbuh.


Teknik semai cabe (pedas):

Semai cabe menggunakan media kapas/tissue.

Rendam biji dengan air hangat selama 3 hari, ganti air tiap pagi dan sore. Untuk mempercepat perakaran benih, pada hari terakhir perendaman, gunakan air irisan bawang merah.

Siapkan kapas kering/tissue dan wadah kedap udara (plastic atau toples).

Masukkan media tissue atau kapas tadi kedalam plastik dalam keadaan kering, tata dengan baik baru dibasahi dengan air secukupnya. Ukuran cukupnya, kapas jangan terlalu banyak mengandung air (menggenang) dan tidak sampai menetes jika kita pegang.

Selanjutnya taruh biji yang sudah direndam tadi di atas media dan tidak perlu ditutupi tissue lagi. Tutup plastic rapat rapat dengan kondisi diisi udara.


Semai menggunakan media sekam bakar

Semai biji cabe di media sekam bakar (taruh pada sebuah wadah), selanjutnya disemprot dengan air menggunakan sprey dan tutup wadah dengan plastik.

Taruh bibit semai di tempat yang terang karena matahari tetapi tidak boleh terkena langsung sinar matahari.

Jika kondisinya cukup baik, maka dalam 12 jam setelah ditutup, akan muncul uap air di dalam plastik tsb. Jaga kelembabannya, cek tiap sore agar udara berganti.


Semai menggunakan media tanah

Setelah perendaman, angkat biji cabe dan anginkan sebentar. Gunakan tanah biasa tanpa pupuk untuk penyemaiannya, dan pendam dengan sedikit tanah halus (tipis). Taruh di tempat yang hangat oleh sinar matahari, siram sedikit-sedikit tiap hari. Untuk menjaga kelembabannya, tutup dengan plastik.

Perkembangan benih ini akan terlihat selang waktu 5 - 21 hari hingga  1 bulan. Benih tidak tumbuh secara serentak meskipun disemai pada waktu yang sama), makin pedas maka makin lama tumbuhnya. Jika sudah ada yang berkecambah, segera ambil dan tanam pada media tanah subur (kompos) dan biarkan yang belum berkecambah masih di dalam media semai.

Untuk tempat pindah tanam dari kecambah ke tanah subur bisa menggunakan polibag atau pot berlubang bagian bawahnya. Letakkan benih dengan ujung akar menghadap ke bawah, jangan sampai patah. jika kecambah masih pendek tidak perlu dipendam tetapi cukup diletakkan dipermukaan saja dan diberi sedikit timbunan tanah di sekeliling biji tersebut (pastikan biji masih terlihat).

Pastikan taruh di tempat teduh, tidak terkena langsung panas matahari, dan jaga kelembaban media, jangan terlalu banyak air sebab akan memicu akar menjadi busuk. Anda juga bisa memberi label untuk mempermudah penandaan.

Tunggu sampai muncul daun kotiledon, setelah ini baru anda menaruhnya ditempat yang full panas matahari.

Selama masih didalam pot, bibit tidak perlu ditambah pupuk kimia (kecuali anda paham betul takaran yang pas). Tanaman yang masih kecil masih cukup dengan cadangan unsur hara yang terkandung di dalam media tanam tadi.

Jangan diberi pupuk kimia apapun jika anda tidak paham dosis dan cara pemupukan nya, kebanyakan para pemula gagal di tahap ini, jika ingin menambahkan pupuk bisa ditambahkan kompos saja, sebab tanaman kecil masih terpenuhi untuk unsur hara yang ada di dalam media semai berupa tanah dan kompos tadi.

Setelah akarnya sudah terlihat cukup banyak, atau ketika daunnya sekitar 10 helai, pindahkan tanaman ke tempat yang lebih besar, berikan pupuk kompos tambahan. Dan ketika terlihat calon bakal bunga sudah terlihat, segera berikan pupuk tambahan berupa NPK agar bunga tidak rontok, dan bisa berbuah lebih banyak.

Rawat tanaman cabai dengan baik cukup air dan matahari. Jika ada gejala serangan penyakit, maka lakukan tindakan sesuai dengan gejala yang muncul, anda bisa cari informasi di mana saja untuk menangani gangguan penyakit cabe.

No comments:

Post a Comment